PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang Masalah
Dalam tradisi intelektual Islam untuk
menyebutkan istilah kitab karya para ulama itu dibedakan berdasarkan kurun waktu atau format penulisannya. Katagori
pertama disebut kitab-kitab salaf / klasik (al-kutub al-kodimah),
sedangkan katagori kedua disebut kitab-kitab
modern (al-kutub al-‘ashariyyah).
Di kalangan Pondok Pesantren sendiri di samping istilah kitab
kuning, terkenal pula istilah kitab salaf
(al-kutub al-qodimah ) untuk
menyebut jenis kitab yang sama, bahkan karena tidak dilengkapi dengan
sandangan (syakal),kitab kuning juga
kerap disebut oleh kalangan pondok pesantren sebagai “kitab gundul”
dan karena rentang waktu sejarah yang
sangat jauh dari kemunculannya, sekarang
tidak sedikit yang menjuluki kitab kuning ini dengan sebutan “ kitab kuno”.
[1]
Kitab salaf adalah merupakan karya ilmiah para
ulama salafusshalihin (intlektual Islam
masa lampau) yang di dalamnya terkandung berbagai disiplin ilmu.
Namun demikian, kandungan utama di dalam kitab
salaf adalah ilmu-ilmu agama yang meliputi Tauhid, Tasawuf ,Tafsir, Hadits, Fiqih, Tarikh dan
lain lain,yang kesemuanya itu merupakan kitab-kitab yang berfungsi sebagai
sarana untuk memahami dan mendalami
ajaran Islam (Tafaqquh fi
al-Diin).
Karya ilmiah para ulama Salafus Shalihin
tersebut merupakan penjabaran dari apa
yang terkandung di dalam Al-Qur’an dan Hadits. Para ulama salafus Shalihin
dengan kelebihan dari
berbagai disiplin ilmu yang mereka miliki
yang telah mereka tuangkan dalam karya-karya mereka sangatlah
memudahkan kita dalam memahami dan
mendalami makna dan
kandungan Al-Qur’an dan hadits,
yang merupakan wujud nyata dari Tafaqquh
fi Al-Diin.
Dalam
hal Tafaqquh fi Al-Din
ALLAH SWT. Berfirman
dalam Al- Qur’an :
وما كا ن المؤمنون
لينفروا كا فة فلولا نفر من كل فرقة منهم طئفة
ليتفقهوا في الدين
ولينذروا قو مهم اذا رجعو اليهم لعلهم يحذرون
Artinya : Tidaklah
sepatutnya bagi orang
orang yang beriman itu
pergiSemuanya ke meda perang,mengapa tidak
perg i dari tiap tiapGolongan di antara mereka beberapa orang untuk
memperdalam Ilmu pengetahuan mereka
tentang agama dan untuk memberiperingatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali
kepadaNYA supaya mereka itu dapat menjaga dirinya (QS-AL-Taubhah 122)[2]
Dan Nabi
Muhammad SAW Bersabda :
عن معا وية رضي الله
عنه قال قال رسول الله صلي الله عليه
من يرد الله به خيرا
يفقه في الدين(متفق عليه)
Artinya: Dari Muawiyah Ra.Berkata ,bersabda
Rosululloh saw, “Barang siapa yang Alloh kehendaki Kebaikan kepadanya maka ia
difahamkan dalam agama ini (HR Bukhori –Muslim) [3]
Pengalaman sekarang menunjukan bahwa arus
informasi global hampir seluruhnya tidak berimbang. Lebih banyak informasi yang datang dari budaya barat ke
budaya Islam dari pada sebaliknya. Kemungkinan
penyalah gunaan informasi akan
semakin besar, karena berada di luar kontrol dan penguasaan orang orang Islam Menghadapi era
globalisasi dan modernisasi kalangan
pesantren sebagai komunitas yang mendalami agama (Tafaqquh fi Al-Din)
merupakan kalangan yang paling lama melakukan reaksi penerimaan. Namun demikian,
bukan berarti kalangan pesantren lantas bersikap proteksionis dan apatis
terhadap laju perkembangan zaman yang telah dihembuskan oleh modernitas, mereka
berpegang teguh pada prinsip adigum .
المحافظة علي قديم
الصا لح والاخد بجد يد الاصلا ح
‘’Menjaga Tradisi lama yang baik dan mengambil
inovasi-inovasi baru yang lebih baik.” Kalangan pesantren berusaha memilah-milah antara
satu persatu dari gebyar
modernitas untuk dicari sarinya mana yang bisa digunakan mana yang tidak.[4]
Dalam hal ini, pesantren merupakan lembaga pendidikan yang gigih
mempertahankan Tradisi konservasi
terhadap tradisi yang dilakukan tanpa
sikap reserve, bahwa tradisi mengandung segala yang baik, sehingga
kebutuhan untuk mengadopsi yang modern dimungkinkan sejauh itu lebih baik dari
apa yang terdapat dalam tradisi itu sendiri. Saat ini,pesantren bertumbuh
dengan pesat. Ekspansi pesantren juga bisa dilihat dari pertumbuhan pesantren
yang semata hanya Rural Based Instrution
kemudian menjadi pendidikan urban.
Beberapa pesantren yang termasuk jenis ini di ibu kota Jakarta antara lain pondok
pesantren Asshiddiqiyah, Darunnajah, Darulqolam dan lain lain. Bahkan pondok
pesantren bukan hanya milik organisasi tertentu tetapi milik umat Islam di
dunia.[5]
Berdasarkan
penelitian pendahuluan di jumpai bahwa Pondok
Pesantren Ashiddiqiyah yang walaupun keberadaannya di tengah kota tetapi merupakan salah satu pesantren yang senantiasa menjaga tradisi kepesantrenannya, yaitu
antara lain dengan “mewajibkan” (mengharuskan) seluruh santrinya untuk
mempelajari dan mengkaji kitab-kitab salaf yang merupakan karya ilmiah Para
Ulama Salafus Shalihin. Dan pembelajaran
kitab salaf itu merupakan harapan
dan kebanggaan Bapak Pengasuh yang
mempunyai Background pendidikan
salafi. Namun demikian, fakta di lapangan
masih di temukan ada beberapa santri yang kurang mampu membaca atau memahami kitab- kitab salaf.
Hal hal tersebut dikarenakan antara lain :
a.
Kurangnya minat para santri untuk mempelajari kitab salaf
b.
Kurangnya motifasi dari guru
c.
Kurangnya pengawasan guru
Berdasarkan latar belakang masalah yang telah disebutkan diatas, maka penulis akan mengadakan penelitian
dan membahas sekripsi yang
berjudul :
PENGARUH METODE AMTSILATI TERHADAP PEMBELAJARAN KITAB SALAF SANTRI
PONDOK PESANTREN ASSHIDDIQIYAH 2
BATUCEPER TANGERANG
B.
Identifikasi Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas ,penulis
dapat mengidentifikasi masalah-masalah dalam penelitian ini, yaitu antara
lain faktor yang dapat meningkatkan atau melemahkan kemampuan
santri Asshiddiqiyah 2 Batu Ceper Tangerang dalam memahami kitab salaf. Masalah–masalah yang dapat mempengaruhi
kemampuan memahami kitab salaf tersebut dapat diidentifikasikan sebagai berikut
:
a.
Kinerja guru
b.
Kedisiplinan santri
c.
Media pembelajaran
C.
Pembatasan dan Perumusan
Masalah
Agar masalahan tersebut di atas lebih
spesifik, penulis membatasi dan merumuskan permasalahan dengan memberikan
penegasan terhadap variabel sebagai berikut :
1.
Pembatasan Masalah
Agar permasalahan yang penulis bahas tidak melebar dan tidak
menyimpang dari permasalahan, dan agar memperjelas objek penelitian , maka
penulis membatasi berdasarkan identifikasi masalah yang akan diteliti terbatas
pada “PENGARUH METODE AMTSILATI TERHADAP
PEMBELAJARAN KITAB SALAF PONDOK PESANTREN ASSHIDDIQIYAH 2 BATU CEPER TANGERANG
.
2.
Rumusan Masalah
Berdasarkan penelitian masalah tersebut di atas ,maka penulis
merumuskan masalah dalam penelitian ini sebagai berikut: Bagaimana PENGARUH
METODE AMTSILATI TERHADAP PEMBELAJARAN
KITAB SALAF SANTRI PONDOK PESANTREN ASSHIDDIQIYAH 2 BATU CEPER TANGERANG
D.
Tujuan dan Kegunaan Penelitian
1.
Tujuan Penelitian
Penulis
menguraikan beberapa tujuan penelitian
sebagai berikut :
1)
Ingin membuktikan sejauh
mana pengaruh pembelajaran metode aMTsilati terhadap pembelajaran kitab
salaf santri Pondok Pesantren Asshiddiqiyah
2 Batu Ceper Tangerang.
2)
Ingin membuktikan pencapaian
target kurikulum, daya serap, prestasi siswa dan prestasi belajar kitab-kitab
santri Pondok Pesantren Asshiddiqiyah 2
Batu Ceper Tangerang .
2.
Kegunaan Penelitian
Hasil penelitian ini mengharapkan dapat
menjadi masukan secara langsung bagi penulis atau secara tidak langsung bagi pihak lain yang
memerlukan antara lain sebagai berikut :
1.
Bagi penulis sarana
mengembangkan kemampuan memahami kitab salaf
2.
Bagi peneliti lain
diharapkan menjadi pendorong atau daya tarik dan sebagai masukan bagi pihak–pihak yang terkait dan dapat di
jadikan tolak ukur atau rujukan bagi para peneliti lain yang akan meneliti
masalah sejenis
3.
Bagi pesantren dapat
memberikan pengetahuan bagaimana strategi pemahaman kitab salaf
E.
Sistematika Penulisan
Untuk memudahkan pembahasan dan keteraturan
dalam penulisan skripsi ini,penulis membagi materinya menjadi 5 bab, dan setiap
bab di bagi lagi menjadi beberapa sub bab yang lebih rinci.Adapun sistemstika
penulisannya adalah sebagai berikut:
BAB I : Adalah
pendahuluan, berisikan latar belakang masalah, identifikasi masalah pembatasan dan perumusan masalah, kegunaan
penelitian dan sistematika penulisan
BAB II : Landasan
teori penelitian terdiri dari pengertian
pengaruh, pengertian metode aMTsilati, pengertian kitab salaf, kerangka
berfikir dan hipotesis.
BAB
III : Kerangka Metodologi berisikan metode
prnelitian, populasi sampel dan
penarikan sampel, instrumentasi penelitian, teknik pengumpulan data, teknik
analisis data.
BAB
1V :
Hasil Penelitian, meliputi :
Deskripsi Daerah /Lustitusi, Deskripsi Karakteristik Responden, Penyajian
Analisis Data, Interprestasi Hasil Penelitian
BAB V : Penutup,
meliputi : Kesimpulan, Rekomendasi, Riwayat Hidup