Minggu, 26 Oktober 2014

Pengaruh Metode Amtsilati Terhadap Pembelajaran Kitab Salaf Santri Pondok Pesantren Asshiddiqiyah 2 Batuceper Tangerang


BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang Masalah
Dalam tradisi intelektual Islam untuk menyebutkan istilah kitab karya para ulama itu dibedakan berdasarkan kurun  waktu atau format penulisannya. Katagori pertama disebut kitab-kitab salaf / klasik (al-kutub al-kodimah), sedangkan   katagori kedua disebut kitab-kitab modern (al-kutub al-‘ashariyyah).
Di kalangan Pondok  Pesantren sendiri di samping istilah kitab kuning, terkenal pula istilah kitab salaf  (al-kutub al-qodimah ) untuk  menyebut  jenis kitab yang  sama, bahkan karena tidak dilengkapi dengan sandangan (syakal),kitab kuning juga   kerap disebut oleh kalangan pondok pesantren sebagai “kitab gundul” dan  karena rentang waktu sejarah yang sangat jauh dari  kemunculannya, sekarang tidak sedikit yang menjuluki kitab kuning ini dengan sebutan “ kitab kuno”. [1]
Kitab salaf adalah merupakan karya ilmiah para ulama salafusshalihin (intlektual Islam  masa lampau) yang di dalamnya terkandung berbagai disiplin ilmu.
Namun demikian, kandungan utama di dalam kitab salaf adalah ilmu-ilmu agama yang meliputi Tauhid,  Tasawuf ,Tafsir, Hadits, Fiqih, Tarikh dan lain lain,yang kesemuanya itu merupakan kitab-kitab yang berfungsi sebagai sarana untuk memahami dan mendalami  ajaran Islam  (Tafaqquh fi al-Diin).
Karya ilmiah para ulama Salafus Shalihin tersebut merupakan  penjabaran dari apa yang terkandung di dalam Al-Qur’an dan Hadits. Para ulama salafus Shalihin dengan  kelebihan  dari  berbagai  disiplin ilmu yang  mereka miliki  yang telah  mereka  tuangkan dalam  karya-karya mereka  sangatlah  memudahkan kita dalam  memahami   dan  mendalami  makna dan kandungan   Al-Qur’an dan  hadits,  yang  merupakan  wujud  nyata  dari  Tafaqquh  fi  Al-Diin.
Dalam  hal  Tafaqquh fi   Al-Din  ALLAH  SWT.   Berfirman   dalam  Al- Qur’an :
وما كا ن المؤمنون لينفروا كا فة فلولا نفر من كل فرقة منهم طئفة
ليتفقهوا في الدين ولينذروا قو مهم اذا رجعو اليهم لعلهم يحذرون
Artinya :   Tidaklah  sepatutnya  bagi  orang  orang yang  beriman itu pergiSemuanya ke meda perang,mengapa tidak  perg i dari tiap tiapGolongan di antara mereka beberapa orang untuk memperdalam Ilmu  pengetahuan  mereka  tentang  agama  dan untuk memberiperingatan  kepada kaumnya apabila mereka telah kembali kepadaNYA supaya mereka itu dapat menjaga dirinya (QS-AL-Taubhah 122)[2]

Dan Nabi  Muhammad  SAW Bersabda :           
عن معا وية رضي الله عنه قال قال رسول الله صلي الله عليه
من يرد الله به خيرا يفقه في الدين(متفق عليه)
 Artinya:   Dari Muawiyah Ra.Berkata ,bersabda Rosululloh saw, “Barang siapa yang Alloh kehendaki Kebaikan kepadanya maka ia difahamkan dalam agama ini (HR Bukhori –Muslim)  [3]     
Pengalaman sekarang menunjukan bahwa arus informasi global hampir seluruhnya tidak berimbang. Lebih banyak  informasi yang datang dari budaya barat ke budaya Islam dari pada sebaliknya. Kemungkinan  penyalah gunaan  informasi akan semakin besar, karena berada di luar kontrol dan  penguasaan orang orang Islam Menghadapi era globalisasi  dan modernisasi kalangan pesantren sebagai komunitas yang mendalami agama (Tafaqquh fi Al-Din) merupakan kalangan yang paling lama melakukan reaksi penerimaan. Namun demikian, bukan berarti kalangan pesantren lantas bersikap proteksionis dan apatis terhadap laju perkembangan zaman yang telah dihembuskan oleh modernitas, mereka berpegang teguh pada prinsip adigum .
المحافظة علي قديم  الصا لح والاخد بجد يد الاصلا ح                
 ‘’Menjaga  Tradisi lama yang baik dan mengambil inovasi-inovasi baru yang lebih baik.” Kalangan  pesantren berusaha memilah-milah  antara  satu persatu  dari  gebyar  modernitas untuk dicari sarinya mana yang bisa digunakan mana yang tidak.[4] Dalam hal ini, pesantren merupakan lembaga pendidikan yang gigih mempertahankan   Tradisi konservasi terhadap tradisi yang dilakukan  tanpa sikap reserve, bahwa tradisi mengandung segala yang baik, sehingga kebutuhan untuk mengadopsi yang modern dimungkinkan sejauh itu lebih baik dari apa yang terdapat dalam tradisi itu sendiri. Saat ini,pesantren bertumbuh dengan pesat. Ekspansi pesantren juga bisa dilihat dari pertumbuhan pesantren yang semata hanya Rural Based Instrution  kemudian menjadi pendidikan  urban. Beberapa pesantren yang termasuk jenis ini di ibu kota Jakarta antara lain pondok pesantren Asshiddiqiyah, Darunnajah, Darulqolam dan lain lain. Bahkan pondok pesantren bukan hanya milik organisasi tertentu tetapi milik umat Islam di dunia.[5]
 Berdasarkan penelitian pendahuluan di jumpai  bahwa  Pondok  Pesantren  Ashiddiqiyah  yang walaupun  keberadaannya di tengah kota  tetapi merupakan salah satu pesantren  yang senantiasa  menjaga tradisi kepesantrenannya, yaitu antara lain dengan “mewajibkan” (mengharuskan) seluruh santrinya untuk mempelajari dan mengkaji kitab-kitab salaf yang merupakan karya ilmiah Para Ulama Salafus Shalihin. Dan pembelajaran  kitab salaf  itu merupakan harapan dan kebanggaan Bapak  Pengasuh  yang  mempunyai  Background pendidikan salafi. Namun demikian, fakta di lapangan  masih di temukan ada beberapa santri yang kurang mampu  membaca atau memahami kitab- kitab salaf.
Hal hal tersebut dikarenakan antara lain :
a.       Kurangnya  minat para santri untuk mempelajari  kitab salaf
b.      Kurangnya motifasi dari guru
c.        Kurangnya pengawasan guru
Berdasarkan latar belakang  masalah yang telah disebutkan  diatas, maka penulis akan mengadakan  penelitian  dan membahas   sekripsi   yang   berjudul :
PENGARUH METODE AMTSILATI TERHADAP PEMBELAJARAN KITAB SALAF SANTRI PONDOK   PESANTREN ASSHIDDIQIYAH  2  BATUCEPER   TANGERANG
B.     Identifikasi Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas ,penulis dapat mengidentifikasi masalah-masalah dalam penelitian ini, yaitu antara lain  faktor  yang dapat meningkatkan atau melemahkan kemampuan santri  Asshiddiqiyah 2 Batu Ceper Tangerang  dalam memahami kitab salaf.  Masalah–masalah yang dapat mempengaruhi kemampuan memahami kitab salaf tersebut dapat diidentifikasikan sebagai berikut :
a.        Kinerja guru
b.      Kedisiplinan santri
c.       Media pembelajaran
C.    Pembatasan dan Perumusan Masalah
Agar masalahan tersebut di atas lebih spesifik, penulis membatasi dan merumuskan permasalahan dengan memberikan penegasan terhadap variabel sebagai berikut :
1.     Pembatasan Masalah 
Agar permasalahan yang penulis bahas tidak melebar dan tidak menyimpang dari permasalahan, dan agar memperjelas objek penelitian , maka penulis membatasi berdasarkan identifikasi masalah yang akan diteliti terbatas pada “PENGARUH METODE  AMTSILATI TERHADAP PEMBELAJARAN KITAB SALAF PONDOK PESANTREN ASSHIDDIQIYAH 2 BATU CEPER TANGERANG .
2.     Rumusan Masalah
Berdasarkan penelitian masalah tersebut di atas ,maka penulis merumuskan masalah dalam penelitian ini sebagai berikut: Bagaimana PENGARUH METODE AMTSILATI  TERHADAP PEMBELAJARAN KITAB SALAF SANTRI PONDOK PESANTREN ASSHIDDIQIYAH 2 BATU CEPER TANGERANG
D.    Tujuan dan Kegunaan Penelitian
1.      Tujuan Penelitian
      Penulis menguraikan  beberapa tujuan penelitian sebagai berikut :
1)      Ingin membuktikan sejauh mana pengaruh pembelajaran metode aMTsilati terhadap pembelajaran kitab salaf  santri Pondok Pesantren Asshiddiqiyah 2 Batu Ceper Tangerang.
2)      Ingin membuktikan pencapaian target kurikulum, daya serap, prestasi siswa dan prestasi belajar kitab-kitab santri Pondok Pesantren Asshiddiqiyah 2  Batu Ceper Tangerang .
2.      Kegunaan Penelitian
Hasil penelitian ini mengharapkan dapat menjadi masukan secara langsung bagi penulis atau  secara tidak langsung bagi pihak lain yang memerlukan  antara lain sebagai berikut :
1.      Bagi penulis sarana mengembangkan  kemampuan  memahami kitab salaf
2.      Bagi peneliti lain diharapkan menjadi pendorong atau daya tarik dan sebagai masukan  bagi pihak–pihak yang terkait dan dapat di jadikan tolak ukur atau rujukan bagi para peneliti lain yang akan meneliti masalah sejenis
3.      Bagi pesantren dapat memberikan pengetahuan bagaimana strategi pemahaman kitab salaf
E.     Sistematika Penulisan
Untuk memudahkan pembahasan dan keteraturan dalam penulisan skripsi ini,penulis membagi materinya menjadi 5 bab, dan setiap bab di bagi lagi menjadi beberapa sub bab yang lebih rinci.Adapun sistemstika penulisannya adalah sebagai berikut:
BAB I       :    Adalah pendahuluan, berisikan latar belakang masalah, identifikasi masalah  pembatasan dan perumusan masalah, kegunaan penelitian dan sistematika penulisan
BAB II     :    Landasan teori  penelitian terdiri dari pengertian pengaruh, pengertian metode aMTsilati, pengertian kitab salaf, kerangka berfikir dan hipotesis.
BAB III    :    Kerangka Metodologi berisikan metode prnelitian, populasi  sampel dan penarikan sampel, instrumentasi penelitian, teknik pengumpulan data, teknik analisis data.
BAB 1V  :     Hasil Penelitian, meliputi : Deskripsi Daerah /Lustitusi, Deskripsi Karakteristik Responden, Penyajian Analisis Data, Interprestasi Hasil Penelitian     
BAB V :                      Penutup, meliputi : Kesimpulan, Rekomendasi, Riwayat Hidup


       [1] DEPAG RI, Pola Pengembangan Pondok Pesantren (Ditpekapontren Ditjen Kelembagaan Agama Ulama Departemen Agama : 2003), h.50




       [2] DEPAG RI, AL Quran dan Terjemahnya (Semarang :Toha Putra, 1989)
       [3] Agus Hasan Bashori DKK, Terjemah Riyadussholihin Jilid  2, (Surabaya : Duta Ilmu 2003), h. 448
       [4] Amin Haedari,  Panorama dalam Cakrawala Modern (Jakarta : Diva Pustaka, 2005), h. 40
       [5] H.Rohadi Abdul Fattah Et al. Rekontruksi Pesantren Masa Depan dari Tradisional, Modern hingga Post Modern  (Jakarta : Listafariska Putra April, 2005) h. 21

0 komentar:

Posting Komentar